top of page

Cinta yang Melek

Vitamin bagi Jiwa

Jagalah, supaya kakimu jangan tak bersepatu dan supaya kerongkonganmu jangan haus! Tetapi engkau berkata : Percuma saja! Percuma! Sebab aku cinta kepada orang-orang asing, jadi aku mau mengikuti mereka. Yeremia 2 : 25

Ada pepatah 'cinta buta'. Maksudnya adalah cinta yang berlebih dapat membuat seseorang kehilangan akal sehatnya sehingga ia dapat melakukan segala sesuatu diluar pikiran sehatnya. Seolah-olah yang dipikirkannya hanya yang dicintainya itu sehingga ia tak dapat melihat yang lain. Buta! Ia dibutakan oleh cinta sehingga berpikir dan bertindak berdasarkan perasaan cintanya bukan berdasarkan pertimbangan akal sehatnya.

Israel juga cinta buta terhadap bangsa asing. Nabi Yeremia menegur umat agar mereka berhati-hati dalam menjalani hidup, agar mereka tidak berjalan mengikuti 'dewa-dewa asing' dan menjadi celaka. Peringatan agar mereka mengenakan sepatu adalah peringatan agar mereka berhati-hati dalam hidup dan senantiasa berpegang pada perintah Allah. Bukankah kaki merupakan tumpuan tubuh yang menentukan apakah kita dapat berdiri dan berjalan? Oleh karena itu nasihat ini penting, supaya mereka dapat bertahan dalam menjalani hidup juga supaya mereka tidak menjadi sengsara dan mati yang digambarkan dengan kerongkongan yang kering. Tetapi Israel menolak nasihat itu, karena mereka sudah terlanjur jatuh cinta pada kehidupan bangsa asing. Mereka menyembah dewa-dewa asing dengan cinta buta. Cinta mereka membuahkan kesengsaraan bagi diri mereka sendiri.

Cinta buta tidak selalu terjadi antara 2 orang berbeda jenis. Seseorang juga dapat mengalami cinta buta terhadap hal-hal lain, misalnya terhadap suatu benda kesayangan, hobby, pekerjaan atau apapun. Pelajaran yang kita dapatkan dari sini adalah bahwa ternyata ketika kita mencintai sesuatu, cinta kita itu sebaiknya bukanlah cinta buta. Sebaliknya, kita harus memiliki cinta yang 'melek'. Cinta yang tidak hanya memperhitungkan perasaan cinta yang mengebu-ngebu sehingga apa yang kita lakukan hanya berdasarkan perasaan. Jika ini yang terjadi maka tindakan-tindakan yang kita ambil tentu tidak melibatkan akal sehat kita. Sehingga kita sangat mungkin melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri dan mungkin juga orang lain. Cintailah pasangan Anda, keluarga, pekerjaan, hobby, pelayanan atau apapun dengan cinta yang melek. Sebab, cinta tidak hanya soal rasa. Tetapi cinta juga butuh pikiran yang sehat agar cinta itu membawa kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain. Jika Anda mencintai, cintaikah dengan cinta yang melek. Seimbangkan rasa cinta Anda dengan hati nurani yang jernih dan pikiran sehat Anda!

Selamat mencintai 😍

Kategori
Recent Posts
Archive
bottom of page