“Mati dan Berbuah”


Ada tiga hal yang tidak diketahui oleh manusia tentang kematian, yaitu kapan kita mati, bagaimana kita mati, dan di mana kita mati. Seringkali kita menghindar ketika mempercakapkan tentang kematian kita atau orang-orang yang kita kasihi. Namun, justru karena ketidaktahuan kita, maka kita perlu berani mempercakapkan tentang kematian. Karena dalam iman Kristen, kematian bukanlah akhir dari sebuah kehidupan.


Melalui Firman Tuhan dan apa yang diajarkan oleh Yesus, kita belajar bahwa kematian bukanlah akhir dari segala-galanya. Bagi Yesus, kematian justru adalah awal dari kehidupan. Yesus menggambarkan kematian-Nya sebagai awal dari kehidupan baru yang akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada-Nya. Melalui perumpamaan itu pula, Yesus mengajarkan tentang kerelaan kita untuk memberi diri bagi orang lain demi menjaga kehidupan sesama.


Yesus mengatakan, biji yang jatuh ke tanah dan mati, ia akan memberi buah. Yesus disalib dan mati, sehingga berbuah keselamatan bagi kita. Kita pun dapat memberi buah dengan cara kita. Bukan berarti kita harus mati memberi nyawa seperti para martir pada masa lalu. Namun, kita dapat memberi buah bagi sesama dengan berani mematikan dosa-dosa kita.


Kita tidak tahu sampai kapan kita memperoleh kesempatan untuk menghirup udara di dunia ini. Kita juga tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan dan bagaimana akhir hidup kita. Yang kita tahu dari pembacaan Firman Tuhan hari ini adalah, kita harus mengupayakan agar hidup kita memberi buah bagi sesama. Mari kita berbuah.

Kategori
Recent Posts