Pengalaman Adalah Guru

Masa depan adalah sesuatu yang amat penting. Namun demikian, masa lampau juga sesuatu yang amat berharga. Masa depan hanya dapat dicapai dengan terlebih dahulu melalui masa lampau dan masa kini. Mencapai masa depan yang baik juga hanya dapat dilakukan kalau orang mampu mempelajari dan mengolah masa lampaunya untuk menjadi pelajaran dalam mengelola masa depan. Mengapa orang menjadi bijak dan beroleh hikmat?: Justru karena ia punya masa lampau. Tanpa masa lampau yang memberinya pengalaman, orang takkan pernah menjadi bijak.

Salomo, tokoh kebijaksanaan, antara lain mengatakan : kalau orang bijak melihat malapetaka, ia bersembunyi. Ia tahu menilai situasi dan tidak menjadi gegabah. Tapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka. (Ams. 22:3). Pengalaman memang memberi pelajaran dan membuat orang menjadi bijak. Namun demikian, pengalaman tidak serta merta atau dengan sendirinya membuat orang menjadi bijak. Ia juga bisa menjadi beban atau bahkan penyebab trauma. Tergantung bagaimana orang mengolah, memanfatkan dan menjadikannya harta yang mahal harganya.

Jadi, mengapa orang punya masa lampau dan pengalaman segudang namun tak berhikmat? Karena tidak mengolahnya dan menjadikannya pelajaran yang berharga. Mengapa pengalaman masa lalu menjadi tak berharga pada masa berikutnya? Karena tak pernah dikembangkan sesuai perkembangan jaman. Kita bisa bangga dengannya, tapi itu tak cukup berguna untuk masa kini. Itu seperti kebanggaan seseorang yang memiliki delman antik tahun 30-an dan dengan bangga mengendarainya di tengah kemacetan lalu lintas Jakarta. Bangga boleh saja, tapi tak banyak gunanya.

Mengapa orang melihat masa depan dengan pandangan sedih dan traumatik? Karena ia terbebani oleh masa lampaunya yang sedih dan pahit sehingga selalu melihat masa depan dengan kacamata negatif. Masa lalu-nya bukan menjadi guru dan pengajar yang baik, tapi menjadi beban dan bahkan penjara. Mengapa orang sering gagal dan membuat kesalahan yang sama? Karena tak belajar dari masa lampau, sehingga kegagalan pada masa lampau tak pernah membuatnya lebih pandai, bijak dan cerdas.

Ada pepatah lama mengatakan: Keledai adalah binatang yang bodoh, tetapi ia takkan terperosok untuk kedua kali dalam lubang yang sama. Masa lampau adalah sekolah yang paling baik. Dan pengalaman adalah gurunya. Dalam pengelolaan yang baik dan dengan penyucian dan anugerah Allah itu menjadi hikmat.

Kategori
Recent Posts
Archive
E-mail
ALAMAT

Kompleks Taman Alfa Indah A/9

Joglo Jakarta Barat

Jakarta 11640

Tel.

(021) 584-2043

Fax.
SUBSCRIBE
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey YouTube Icon

© 2017 GKJ Joglo. Managed by Komisi Komunikasi GKJ Joglo