MUSIK GEREJAWI


Kerinduan manusia untuk menyembah Allah diungkapkan dalam peribadahan. Melalui ibadah terciptalah relasi dua arah antara manusia dengan Tuhan. Seiring berkembangnya zaman cara manusia untuk mendefinisikan ibadahnya pun senantiasa berkembang. Perkembangan itu meliputi perubahan-perubahan tata ibadah, penambahan unsur-unsur tertentu dalam peribadahan, penggunaan musik/nyanyian serta iringan yang semakin beragam, hingga kepada penggalian kembali atas tradisi gereja yang telah lama hilang. Jemaat Kristen awal yang pada mulanya beribadah dalam bentuk yang sederhana yakni dalam doa, pengajaran, dan ‘saling membagikan roti (dalam perkembangannya proses ini diritualkan menjadi sakramen perjamuan) kini bisa berkembang dalam beragam bentuk serta variasi peribadahan tergantung denominasi/aliran gereja.

Salah satu unsur peribadahan yang menarik untuk ditelaah lebih lanjut adalah pemanfaatan musik dan nyanyian dalam peribadahan. Musik dan nyanyian bukanlah sesuatu yang asing dalam peribadahan kita bahkan kalau ditelaah lebih lanjut pemanfaatan musik dalam ibadah dapat dilacak jejaknya hingga praktek peribadahan bangsa Israel. Mazmur 150:3-5 mengungkapkan “(3) Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi! (4)Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling! (5) Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang! “ Gambus, kecapi, rebana, seruling, serta ceracap merupakan alat musik yang familiar pada zaman itu. Pemanfaatan alat-alat musik tersebut dalam ibadah merupakan sesuatu yang lumrah. Sebaran-sebaran ayat lainnya di kitab mazmur juga banyak yang mengungkapkan rujukan mengenai hal tersebut. Hal tersebut tidaklah mengherankan mengingat Kitab Mazmur sejatinya merupakan kita nyanyian yang berisi ekspresi relasi antara manusia dengan Allah.

Tradisi penggunaan musik dan nyanyian dalam ibadah orang-orang Yahudi tersebut bukan tidak mungkin berkembang terus hingga jemaaat Kristen awal bahkan hingga kini. Maka menarik bagi kita untuk melihat perkembangan musik gerejawi ini sebagai bagian dari kesadaran untuk terus mendekatkan diri kepadaNya. Beberapa edisi binawarga yang akan datang akan mengupas hal tersebut dengan menggunakan beeberapa pendekatan yakni penelaahan teks Alkitab mengenai aspek tradisi dan teologis musik gerejawi, hingga kepada aspek penggunaan musik dalam gereja-gereja paska reformasi, hingga kepada pemahaman GKJ mengenai peribadahan terkhusus musik gerejawi.

Kategori
Recent Posts
Archive
E-mail
ALAMAT

Kompleks Taman Alfa Indah A/9

Joglo Jakarta Barat

Jakarta 11640

Tel.

(021) 584-2043

Fax.
SUBSCRIBE
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey YouTube Icon

© 2017 GKJ Joglo. Managed by Komisi Komunikasi GKJ Joglo