top of page

Sungai Berkat


Jawab Yesus kepadanya, “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapa Dia yang berkata kepadamu, ‘Berilah Aku minum!’ niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.” (Yohanes 4:10)


Sungai Mississippi di Amerika Serikat berasal dari anak sungai kecil di hutan Minnesota. Anak sungai itu kemudian mengalir sepanjang 4.100 km hingga ke Teluk Meksiko. Semakin jauh, lebar dan dalamnya semakin bertambah, ukurannya menjadi sangat besar. Selama airnya tidak meluap menjadi banjir, sungai ini sangat berguna untuk irigasi dan transportasi. Pepohonan subur di tepiannya juga memperindah pemandangan sepanjang sungai itu.


Setiap orang membutuhkan air. Kita mungkin bisa bertahan hidup 10-15 hari tanpa makanan, tapi tiga hari saja kita hidup tanpa air, bisa terjadi bencana. Air bukan sekadar pelepas dahaga, tapi juga penjaga kelangsungan hidup. Kepada perempuan Samaria itu, Yesus bukan menawarkan air untuk pelepas dahaga, tetapi air yang bila diminum akan menjadikan perempuan itu mampu menyalurkan air kehidupan bagi orang-orang di sekitarnya. Yesus berkata bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: “Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” (7:38).


Kita, orang percaya, telah menerima Yesus, sang Air Hidup. Artinya, kita pun dipanggil menjadi penyalur air hidup. Kita, yang telah menerima kasih karunia Allah melalui Yesus Kristus, dipanggil untuk menjadi sungai berkat. Di mana? Di rumah kita, di tempat kerja, di dunia. Bagaimana? Dengan hidup memancarkan kasih-Nya kepada setiap orang. Bak sungai Mississippi, biarlah kehidupan kita mengalirkan berkat bagi sesama.


Selamat menjalani hari ^-^

Kategori
Recent Posts
Archive
bottom of page