top of page

GEDEBAG-GEDEBUG


Kerja keras itu baik, tapi kerja keras tidak sama dengan “kerja cerdas”. Sering kerja yang meskipun amat keras, tetapi tidak disertai kecerdasan, akan menjadi sebuah pemborosan, bahkan “kegagalan bertahap” (tidak langsung gagal, tapi lama-kelamaan akhirnya gagal). Banyak orang yang memang baik sebagai pekerja keras, tapi jangan bangga hanya dengan itu. Para pekerja yang berkualitas, akan bekerja keras, tetapi juga cerdas.


Seorang yang cukup kuat dan berbadan kekar melamar pekerjaan pada sebuah perusahaan penebangan kayu. Dengan bangga ia mendemonstra-sikan kemampuan kerjanya di depan mandor yang menyeleksi para calon penebang. Dengan sigap dan handal calon pegawai penebang kayu itu berhasil menebang beberapa pohon dalam waktu singkat. Sang mandor amat terkesan dengan kinerja si calon, dan serta merta ia berkata : ”kuterima kau, dan besok langsung masuk kerja!”.


Pada hari pertama, pekerjaannya memuaskan. Hari kedua, meski tetap bekerja keras dengan waktu yang cukup, hasil kerjanya menurun. Pada hari ketiga, meski ia menambah jam kerja, jumlah pohon yang ditebangnya merosot tajam. Hari keempat lebih merosot lagi. Dan hari ke lima, mandor memanggil pekerja itu: “Cukup. Besok kamu tidak lagi bekerja. Hasil kerjamu amat merosot”. Tapi penebang kayu itu bersikeras; “Bukankah saya bekerja cukup keras? Bukankah saya bahkan menambah waktu kerja saya?”. Sang mandor memang terkesan dengan kesungguhan kerjanya, tapi ia juga kecewa dengan hasil kerjanya. Ia bertanya : “Apakah setiap kali mau bekerja engkau mengasah kapakmu?” Pekerja itu menjawab: “Tidak! Saya ingin menggunakan seluruh waktu saya untuk bekerja keras menebang pohon, dan tidak ingin membuang waktu untuk mengasah kapak.”


Pekerja itu baik, tapi ia tidak cerdas. Seharusnya ia mengasah kapaknya dahulu setiap kali ia mau menebang pohon. Sebab dengan kapak yang tumpul tak terasah, ia sebenarnya tidak sedang “menebang pohon”, tapi lebih “memukuli batang pohon” dengan kapaknya yang tumpul. Seorang tokoh yang cerdas, Abraham Lincoln pernah memberi tips bekerja efisien dan efektif dengan ungkapan ilustratif yang agak ekstrim : “seandainya saya punya waktu sepuluh jam untuk menebang pohon, saya akan melewatkan delapan jam pertama untuk mengasah kapak saya” . Semoga pekerjaan, pelayanan dan aktivitas bahkan hidup kita tidak lebih banyak gedebag-gedebug-nya.

Kategori
Recent Posts
Archive
bottom of page