top of page

Jangan kubur talenta kita


Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat dimana tuan tidak menanam. (Matius 25:24) ... dibaca lengkap Matius 25: 14-30

Pernahkah kita merasa bahwa Tuhan pilih kasih, Tuhan tidak adil, bahkan menganggap Tuhan kejam, karena kita merasa talenta kita kecil, tak seberapa, tak berarti? Talenta yang kecil sering kita pakai sebagai pembenaran untuk tidak peduli, dan bermalas-malas untuk bergiat didalam Tuhan. Padahal sejatinya setiap kita diutus untuk mengelola talenta kita masing-masing secara optimal menjadi sesuatu yang semakin berarti bagi Tuhan.


Semakin besar talenta kita semakin besar Tuhan memberi kepercayaan kepada kita untuk kita kelola dengan penuh tanggung jawab. Tuhan tidak pernah menuntut melebihi porsi kita seperti halnya Tuhan tidak akan memberi tanggung jawab melebihi kemampuan kita. Dimata Tuhan berapapun talenta yang dikaruniakan pada kita ukurannya sudah pas. Tinggal bagaimana kita kelola dan kita persembahkan semaksimal mungkin bagi kemuliaanNya.


Mari jangan kubur talenta kita, seperti dalam perumpamaan itu, tapi mari kita kelola dengan penuh tanggung jawab, dan ketika tiba waktunya Tuhan meminta pertanggung jawaban itu pada kita, maka dengan sukacita kita mampu menjawab dan mempersembahkan jerih payah kita bagi kemuliaanNya.

Kategori
Recent Posts
Archive
bottom of page