“Penghiburan tanpa Kata.”


“Lalu mereka duduk bersama-sama dia di tanah selama tujuh hari tujuh malam. Seorang pun tidak mengucapkan sepatah kata kepadanya, karena mereka melihat, bahwa sangat berat penderitaannya.”

‭‭Ayub‬ ‭2:13‬ ‭‬ ‭

Ayub adalah salah satu tokoh Alkitab yang identik dengan penderitaan. Ia seorang yang takut akan Allah dan menjalani hidup saleh (Ayb. 1:1), namun justru itu menjadi alasan si iblis mencobainya. Ia kehilangan seluruh harta kekayaannya beserta kesepuluh anaknya, melalui serangan musuh dan bencana alam yang datang tiba-tiba (Ayb. 1:13- 19). Ia juga menderita penyakit kulit yang mengerikan di sekujur tubuhnya (Ayb. 2:7).


Dalam kondisi terpuruk, Ayub tetap setia kepada Tuhan (Ayb. 1:21). Komitmennya untuk tetap bertekun hidup saleh justru mendapat penentangan dari istrinya (Ayb. 2:9). Namun Ayub beruntung karena ia memiliki tiga sahabat istimewa, yakni Elifas, Bildad dan Zofar. Ketiganya datang dari jauh untuk menunjukkan dukungan kepada Ayub. Mereka menangis bersama, dan berkabung bersama. Mereka duduk di tanah bersama-sama dengan Ayub, selama tujuh hari tujuh malam, tanpa berkata sepatah kata pun, karena mereka menyadari betapa berat penderitaannya. Mereka sungguh mengerti, bahwa yang Ayub butuhkan saat itu bukanlah kata-kata nasihat, petuah yang manis, seruan pertobatan, atau tuduhan bersalah. Ia lebih membutuhkan ungkapan rasa empati, melalui kehadiran mereka di sisinya, walau tanpa kata.


Menunjukkan penghiburan kepada orang yang berduka tidak selalu harus kita ungkapkan dengan kata-kata. Sebuah pelukan, tepukan di bahu, genggaman tangan yang kokoh, duduk diam di dekatnya untuk beberapa waktu, kadang jauh lebih berarti. Mari terus belajar berempati!


Selamat Menjalani Hari. ^-^

Kategori
Recent Posts
Archive
E-mail
ALAMAT

Kompleks Taman Alfa Indah A/9

Joglo Jakarta Barat

Jakarta 11640

Tel.

(021) 584-2043

Fax.
SUBSCRIBE
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey YouTube Icon

© 2017 GKJ Joglo. Managed by Komisi Komunikasi GKJ Joglo