Seia sekata


Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, (1 Petr 3: 8)

Hanya ada satu cara kita untuk bisa menjadi empati, yaitu terus isi hati kita dengan Tuhan, ibaratnya jika tangki bahan bakar kita kosong, maka kita tidak akan bisa berempati sama sekali, jadi pastikan kita terus menerus dipenuhi dengan Roh Kudus, karena Tuhan adalah Kasih. Empati begitu penting sebab memenuhi dua kebutuhan terdalam kita, yaitu kebutuhan dasar untuk dipahami dan kebutuhan mendalam agar perasaan kita disetujui.

Berempati lebih dari sekedar ucapan, melainkan turut merasakan, kita harus bersedia menangis bersama mereka yang berduka serta tertawa melihat orang yang bersukacita karena mengalami hal baik atau keberuntungan.


Ketika tersinggung sedikit saja kebanyakan orang memendam perasaannya, bahkan mencari kesempatan untuk membalasnya, sifat dan perangai seperti ini harus kita buang jauh-jauh dari hidup kita, karena itu bukan kehendak Tuhan.

Hidup itu pilihan, segala keputusan dan hasil itu sebenarnya tergantung dari diri kita sendiri. Ketika kita melangkah sesuai dengan ketetapan Tuhan, maka segala apa yang kita peroleh selalu baik dan indah pada waktunya . Kita adalah pembawa damai sejahtera, bukan ketakutan atau kerusuhan atau kekacauan.

Jika sampai tidak kuat menahan pergumulan karena aniaya orang lain, tetap jangan membalasnya, tetapi berserahlah pada Tuhan, sebab pembelaan Tuhan selalu datang tepat waktuNya.

Tetap tabur kebaikan dalam hidup kita, maka percayalah segala yang baik pasti menjadi milik kita. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.


Selamat bersepenanggungan di dalam Tuhan. ^-^

Kategori
Recent Posts