top of page

“Imanuel?”


“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.”

‭‭Kisah Para Rasul‬ ‭1:8-9‬ ‭



Saudara mungkin akan mengernyitkan dahi ketika membaca judul vitji yang terbit pada hari ini. Imanuel? Tidak salah? Bukannya kata tersebut, yang bermakna Allah beserta kita, muncul biasanya ketika momen-momen natal. Memang betul bahwa konsep imanuel biasanya disebutkan ketika kelahiran Yesus namun bila direnungkan lebih mendalam justru ketika kenaikanNya lah konsep ini mewujud secara konkrit. Kenapa bisa demikian?


Cobalah renungkan, ketika Yesus berada di bumi dalam wujudnya sebagai manusia maka Ia tidak dapat berada di setiap tempat sekaligus. Justru ketika di surgalah, maka Tuhan Yesus memungkinkan setiap orang percaya diseluruh dunia menyapaNya dengan akrab dan sungguh. Melalui Roh Kudus, kita dimampukan untuk merasakan kehadiranNya secara dekat dan konsisten. Itulah sebabnya, tepat sebelum Ia pergi, kristus menjanjikan Roh Kudus yang membuat kita (seharusnya) selalu terhubung denganNya (Kis 1:8).


Semoga lewat kenaikanNya yang di peringati hari ini, kita betul betul mengamini bahwa Allah senantiasa beserta Kita (Imanuel). Kiranya iman kita akan terus bertumbuh setiap hari dalam kekaguman akan kasih Tuhan yang membebaskan.


Selamat menjalani hari. ^-^

Kategori
Recent Posts
Archive
bottom of page