top of page

HIDUP ADALAH MEMILIH

Dalam menjalani hidup ini kita sering menghadapi pilihan-pilihan yang tidak mudah. Kita punya peribahasa yang mungkin menggambarkan hal itu seperti “makan buah simalakama”, “dimakan bapak mati, tak dimakan ibu mati. Sulit, dan harus dilakukan, tapi semua pilihan beresiko tinggi.

Ada sebuah novel karya Jules Verne berjudul The Mysterious Island, (Pulau Misterius). Sekelompok tawanan yang terdiri atas 5 orang melarikan diri dari kamp tawanan Perang Sipil dengan membajak sebuah balon udara. Ketika mereka menaiki balon udara itu mereka terbawa ke tengah laut. Lama balon itu bergerak di atas air laut sampai para pelarian itu menyadari bahwa balon itu mulai kehilangan ketinggian dan makin lama makin rendah.


Lalu mereka melemparkan beberapa barang yang diharapkan dapat mengurangi berat, agar balon udara dapat naik kembali. Sepatu, mantel, senjata, dan barang-barang lain. Mereka gembira karena balon kembali naik dan terus bergerak ke arah sesuai tiupan angin. Namun lama kelamaan, kembali kekuatan balon itu berkurang. Lalu semua bekal dan makanan dibuang demi keselamatan. Balon naik sedikit, dan keadaan sedikit tertolong.


Beberapa lama kemudian, balon pun turun lagi, dan mereka sudah tidak punya apa-apa lagi untuk dibuang. Mereka tinggal tubuh dan pakaian yang melekat di badan, dan keranjang tempat kelimanya duduk. Lalu mereka bersepakat untuk melepas dan membuang semua baju sampai tinggal celana dalam, dan sepakat untuk memotong keranjang besar tempat mereka duduk, lalu mereka bergantungan pada tali penggantung. Mereka bersyukur, balon agak sedikit naik dan masih dapat terus berjalan meski mereka harus bergelantungan dengan tali dan hanya mengenakan pakaian dalam.


Beberapa saat kemudian balon kembali turun dan seorang dari mereka meli-hat agak jauh melihat batas pantai. Dengan histeris mereka berteriak : Pantai ! Pantai ! Ketika balon hampir menyentuh permukaan air laut dan tidak ada apa-pun yang dapat di buang, kelima pria itu memutuskan untuk terjun ke laut dan berenang menuju pantai. Hampir tak sampai tapi selamat. Kelimanya nyaris pingsan kelelahan di atas pasir sesudah berenang. Mereka selamat bukan karena kegagah-beranian mereka, tetapi karena mereka tahu tanpa apa mereka selamat. Mereka tahu apa yang harus mereka buang.

Banyak orang tidak berhasil dalam perjuangan karena tidak dapat melepaskan sesuatu yang perlu dilepaskan, dan lebih baik celaka dan kehilangan hidup dari pada kehilangan sesuatu. Hidup memang kadang menghadapi pilihan yang sulit. Apa yang paling perlu dan apa yang harus dilepas? Begitu juga mengikut Yesus, adalah pilihan yang tidak mudah.


Bersambung di edisi minggu depan…

Kategori
Recent Posts
Archive
bottom of page