top of page

ALLAH MENYERTAI


Salah seorang nabi yang sering disebut dalam hubungannya dengan nubuat kelahiran Yesus adalah Yesaya. Siapakah Yesaya? Apakah Anda sudah mengenalnya? Nama “Yesaya” yang kata aslinya dalam bahasa Ibrani berbunyi “Yesya’ yahu” memiliki arti: Yahwe adalah keselamatanku”. Ayahnya bernama Amos, tetapi harus dibedakan dengan Amos nabi. Ini Amos yang lain. Yesaya tinggal di Yerusalem. Menurut tradisi, ia berasal dari keluarga bangsawan.



Sebagai nabi di kerajaan Yehuda/Selatan, ia bernubuat pada jaman pemerintahan raja-raja Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia. Itu berarti mencakup waktu panjang antara tahun 791 – 686 sM (sebelum Masehi). Mungkin tidak seluruh waktu panjang itu, tetapi mencakup masa pemerintahan raja-raja itu. Jadi ia bernubuat sekitar 700-an tahun atau abad 8 sebelum Kristus lahir.


Pada awal abad itu, Yehuda mengalami kemakmuran dan keamanan. Hal itu terjadi karena kerajaan Aram dan Asyur di utara sedang mengalami kelemahan sehingga tidak ada tekanan atau campur tangan terhadap Yehuda. Tetapi pada paruh kedua abad itu Tiglat–Pileser III naik tahta di Asyur. Itu kembali membuat Asyur kuat dan agresif. Yehuda pun tertekan. Yehuda takut dan meminta bantuan Asyur. Akibatnya Yehuda menjadi negara “bawahan” Asyur. Dalam tekanan-tekanan Asyur yang makin merajalela sampai menghancurkan Israel Utara, raja Ahas berpaling, memohon bantuan dan mengandalkan Mesir. Riwayat kerajaan Yehuda berakhir menyedihkan ketika raja Asyur Sanherib menghancurkan Yehuda dan Yerusalem pada tahun 701 sM. Pada masa-masa yang penuh gejolak, krisis dan menakutkan itulah Yesaya bernubuat. Pengharapan dan keselamatan menjadi kebutuhan yang amat mendesak. Penyertaan Allah, Im-manu-el, menjadi nubuatnya.


Yesaya memiliki 2 orang anak. Yang menarik adalah, nama yang diberikan untuk menamai anak-anaknya adalah nama simbolis untuk bernubuat: Yang sulung diberi nama “Shear Yasyub” yang berarti “sisa itu akan kembali”, menubuatkan sisa-sisa orang yang dibuang, yang setia, akan menjadi kelompok yang boleh kembali ke Yehuda dan menjadi umat yang diperbaharui. Yang kedua diberi nama “Maher-Syalal Hasy-Bas” yang berarti “Percepatlah merampas, bersegeralah merampok” sebuah kata-kata sindiran.


Ada kisah yang mengatakan, ia hidup sampai tua, sampai jaman raja Menasye, dan ia meninggal digergaji sampai hancur-remuk pada jaman pemerintahan raja Menasye. Itulah nabi. Itulah Yesaya, yang nubuatnya sering kita baca dalam Alkitab. Delapan abad sebelum Kristus datang ia sudah melihat dalam visinya, bahwa Allah sendiri akan menyertai kita. Dalam kelahiran Kristus nubuat itu menjadi nyata dimana Allah berkenan menjadi manusia, berada di antara kita, menyertai dan menyelamatkan kita.

Kategori
Recent Posts
Archive
bottom of page