top of page

Tuhan Menjaga


Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari? Berapa lama lagi musuhku meninggikan diri atasku?

(Mazmur 13:3)


Hidup dalam pelarian sungguh tidak enak. Tidur tak nyenyak, makan pun tak enak. Orang yang berada dalam pelarian sulit merasa hidup tenang dan bahagia, seperti yang dialami oleh Daud yang digambarkan dalam Mazmur 13. Ia tidak tenang karena pemberontakan Absalom yang terus membuat cerita palsu tentang Daud. Padahal Daud adalah ayahnya sendiri. Ia makin tidak tenang karena Absalom berusaha mengejar dan mengincar nyawanya. Daud sungguh jauh dari perasaan bahagia.

Namun justru dalam pelarian dan ketidakberdayaannya itu Daud makin menyadari bahwa ia tidak dapat hidup tanpa pertolongan Tuhan. Kepercayaannya semakin diperteguh pada Tuhan. Dalam doa kepercayaannya, Daud mengungkapkan kegalauannya namun sekaligus bersyukur atas kasih setia Tuhan. Sekalipun ia tidak berdaya bahkan untuk membela perkaranya sendiri, namun ia tetap percaya akan kasih setia Tuhan.

Tuhan juga melimpahi Anda dengan kasih setia. Mungkin Anda tidak sedang dikejar-kejar musuh sehingga Anda hidup dalam pelarian. Namun, mungkin saja kita sesungguhnya hidup dalam pelarian dengan bentuk yang lain. Lari dari masalah. Lari dari tanggung jawab atau mungkin lari dari perasaan berdosa. Melalui kisah Daud kita belajar, betapapun berat pergumulan kita, pandanglah itu dengan kacamata iman. Tidak ada orang yang dapat hidup bebas masalah. Dalam setiap masalah, percayalah Tuhan akan mengulurkan tangan-Nya untuk membantu kita. Kadang tanpa kita menyadarinya. Selamat dijagai Tuhan


#TimVitji GKJJoglo#

Kategori
Recent Posts
Archive
bottom of page