top of page

Kasih “Orang Kafir”


Lukas 10:25-37


Cerita dalam Lukas 10:25-37 sudah sangat familiar untuk kita. Kisah yang disampaikan Yesus kepada seorang ahli Taurat yang bertanya kepada-Nya tentang, apa yang harus diperbuat untuk memperoleh hidup kekal. Perikop ini bertutur tentang seorang Samaria yang murah hati. Kebaikan hati orang Samaria ini, disandingkan dengan tindakan dua orang rohaniwan yang tidak bersedia menolong orang yang jelas memerlukan pertolongan. Rohaniwan pertama adalah seorang imam. “Imam” adalah jabatan dalam umat Israel yang bertugas menyampaikan persembahan korban, memimpin doa, dan memberi berkat bagi umat. Seorang lagi adalah seorang lewi. “Lewi” adalah anggota suku Lewi yang mempunyai tugas khusus dalam menyelenggarakan ibadah di Bait Suci. Dua orang rohaniwan ini tentulah memiliki latar belakang pengetahuan tentang Taurat dengan sangat baik. Mereka tentu juga orang yang tidak pernah absen dalam beribadah. Namun dalam kisah yang diceritakan oleh Yesus, justru mereka tidak mengulurkan tangan untuk menolong orang yang celaka. Sebaliknya, orang Samarialah yang memiliki kebaikan hati. Padahal justru kaum mereka yang kerap dipandang sebelah mata sebagai bangsa kafir oleh kebanyakan orang Yahudi yang merasa suci.


Firman Tuhan dalam Lukas 10:25-37 mengingatkan kita agar pengetahuan kita tentang kasih dapat kita wujudkan dalam tindakan nyata. Wabah Covid-19 mau tidak mau turut berdampak dalam kehidupan sehari-hari. Demi kebaikan semua, kita memang dianjurkan untuk melakukan physical disancing, atau menjaga jarak. Berdiam di rumah adalah hal terbaik bagi kita saat ini. Namun, kiranya, hati dan kasih kita tidak ‘berdiam’ di dalam ‘rumah hati’ kita. Tubuh kita memang ‘berjarak’ dengan orang lain. Tapi kiranya ‘hati’ kita makin dekat dengan sesama. Saat-saat seperti ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mewujudkan kasih seperti seorang Samaria. Meski ia dipandang sebelah mata oleh orang lain, namun justru ia mewujudkan kasih itu dalam tindakan nyata.

Kategori
Recent Posts
Archive
bottom of page