top of page

Kami Tak Punya Lauk Pauk, Tuhan


Yohanes 21:1-14


Simon Petrus, Tomas (Didimus), Natanael, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid Yesus lainnya, sedang berada di pantai danau Tiberias untuk mencari ikan. Mereka mencari ikan karena itulah pekerjaan mereka. Sebagian ikan yang dihasilkan, selain dijual, kemungkinan besar juga untuk lauk pauk keluarga mereka sehari-hari. Mereka adalah orang-orang yang memiliki keterampilan dalam hal mencari ikan. Pengalaman yang banyak, tentu membuat mereka juga memiliki kepekaan terhadap alam, dan tahu kapan saat yang tepat untuk mencari ikan. Jadi, soal metode mencari ikan, jangan ditanya lagi, mereka ahli di bidang itu. Namun, sepanjang malam mereka mencari ikan, tapi mereka tidak menangkap apa-apa. Ini adalah sesuatu yang tidak biasa.


Rupanya, Injil Yohanes hendak memakai kisah ini untuk menyampaikan pesan penting kepada kita. Pesan penting itu bukan tentang perintah menebarkan jala ke kanan atau ke kiri. Melainkan tentang kepercayaan yang mewujud dalam ketaatan. Petrus dan teman-temannya memiliki banyak pengetahuan, dan pengalaman. Mereka juga sudah melakukan maksimal, tentu baik secara metode maupun dari segi waktu. Tetapi, ketika Yesus memerintahkan kepada mereka untuk menebarkan jala, mereka tetap melakukannya. Tanpa bertanya, tanpa membela diri bahwa mereka sudah melakukan sedemikian rupa. Alkitab menuliskan, “mereka menebarkan jala, dan tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.”

Pandemi Covid-19 membuat semua orang di seluruh penjuru bumi harus berhadapan dengan kesulitan ekonomi. Banyak orang yang mengalami kemunduran dalam usaha maupun pekerjaan, bahkan ada pula yang kehilangan pekerjaan. Kondisi itu tentu berdampak pada kelangsungan hidup. Mungkin sama seperti Petrus dan teman-temannya, kita sudah melakukan banyak cara untuk mengatasi kesulitan. Namun, kita tidak mendapat apa-apa. Pesan Firman Tuhan hari ini, menguatkan kita untuk tetap memelihara kepercayaan kepada Tuhan, dengan taat. Lakukan saja apa yang dapat kita lakukan, dengan sebaik-baiknya, dengan taat. Tuhan akan menilai kesungguhan kita dalam berusaha.

Kategori
Recent Posts
Archive
bottom of page