Lakukan yang Benar dan Baik


Haruslah kamu berpegang pada perintah, peringatan dan ketetapan TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; haruslah engkau melakukan apa yang benar dan baik di mata TUHAN, supaya baik keadaanmu dan engkau memasuki dan menduduki negeri yang baik, yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu.

(Ulangan 6:17, 18)


Dalam ayat di atas, Tuhan memerintahkan kepada umat Israel untuk melakukan yang benar dan baik di mata-Nya. Apakah perbedaan diantara keduanya? Mengapa 'benar' disebutkan terdahulu sebelum 'baik'?


'Benar' atau 'kebenaran' adalah aturan yang sudah ditetapkan oleh Tuhan, yaitu Hukum Kasih (Ulangan 6:4). Inilah hukum yang harus didahulukan. Tidak dapat ditawar-tawar. Kata 'baik', berkenaan dengan standar kebaikan yang dipegang oleh seseorang. Apa yang baik menurut kita, belum tentu baik menurut orang lain. Oleh karena itu, jika kita bertindak hanya berpegang pada 'apa yang baik' menurut kita, mungkin akan muncul persoalan dengan orang lain. Dalam bertindak, Tuhan mengatakan, agar berpegang pada yang benar dan baik.


Allah menghendaki kita mengedepankan kebenaran-Nya, bukan sekedar baik menurut kita. Setiap kali kita hendak mengambil keputusan dan bertindak, mari kita mengutamakan kebenaran Allah. Jika kita bertanya kepada Allah, tentang apa yang harus kita lakukan, kira-kira apa jawab-Nya? Apa tindakan yang sesuai dengan hukum-Nya? Inilah yang mesti kita kedepankan. Bukan sekedar apa yang baik dan yang menguntungkan bagi kita. 🙏


#TimVitji GKJJoglo#

Kategori
Recent Posts
Archive